Faktanya Sayur Bayam Tidak Boleh Di Panaskan Lagi

Bayam jadi sayur favorit banyak orang Indonesia. Biasanya diolah sebagai sayur bening dengan tambahan irisan oyong, wortel, dan jagung manis. Di balik rasanya yang menyegarkan, sayur bayam memiliki mitos yang kuat. Bayam adalah salah satu makanan kaya nitrat, nitrat ini akan berubah jadi nitrit jika terkena enzim atau bakteri tertentu. Apabila nitrit dipanaskan dalam suhu tinggi & bereaksi dengan asam amino, maka ia akan berubah jadi nitrosamine.

Banyak orang percaya sayur bayam tak seperti sayur lain karena tak bisa dipanaskan. Jika sayur bayam dipanaskan, konon bakal muncul kandungan racun yang membahayakan tubuh. Banyak yang menghimbau bahwa bayam tak boleh dikonsumsi setelah didiamkan antara 4 sampai 5 jam setelah dimasak.

Ini karena ada suatu reaksi negatif yang terjadi antara zat yang terkandung dalam bayam dengan udara. Sayur bayam adalah penghasil zat besi terbanyak dan jika terlalu lama bereaksi dengan udara, maka zat besi ini akan teroksidasi sehingga berubah menjadi senyawa kimia bernama Ferro.

Ferro adalah senyawa kimia yang bersifat racun bagi tubuh. Jadi, ketika Anda makan sayur bayam yang lama disimpan, bukan anti-oksidan yang Anda dapat tapi sama saja dengan memasukkan racun ke tubuh. Selain itu, bayam juga mengandung senyawa kimiawi nitrat (NO3) yang ketika teroksidasi juga akan berubah, yaitu akanĀ  menjadi nitrit (NO2).

Senyawa tersebut juga bersifat racun. Sebenarnya, tidak ada batasan waktu yang pasti mengenai waktu yang aman untuk mengonsumsi bayam setelah dimasak. Namun, Anda bisa melihat indikasinya. Jika sayur bayam yang telah dimasak berubah warna menjadi kehitaman, itu berarti telah terjadi oksidasi dan bayam sudah tak aman untuk dikonsumsi.

Proses oksidasi sebenarnya sudah mulai terjadi walaupun sayur ditutup dan secara perlahan sayuran ini akan berubah menjadi kehitaman dalam waktu antara 4-5 jam setelah dimasak. Apakah Anda sering makan bayam yang telah lama didiamkan, tapi tidak pernah tejadi apa-apa? Memang tak akan terasa dampaknya dalam jangka pendek. Bahaya mengonsumsi sayur bayam yang sudah teroksidasi ini tidak langsung akan terasa saat itu juga.

Hal itu bersifat residu, yaitu akan menumpuk dalam tubuh jika terus-menerus dilakukan, dan penyakitnya baru akan muncul setelah beberapa lama. Salah satu hal yang paling berbahaya adalah penyakit sianosis, yaitu gejala ketidakmampuan hemoglobin untuk mengikat oksigen.

Akibatnya, seluruh jaringan tubuh akan terasa lemas karena kekurangan oksigen. Khusus untuk memasak sayur bayam, disarankan hanya masak untuk sekali makan. Dengan demikian, Anda hanya akan mendapatkan manfaat baik dari zat besinya.