Gorila : Jenis Primata Terbesar Hampir Punah

Gorila adalah jenis primata yang terbesar. Makanan gorila terdiri dari sayur-sayuran, walaupun kadang juga makan serangga. Karena itu gorila dapat digolongkan sebagai binatang omnivora. Gorila berasal dari hutan tropis di Afrika. 97-98% DNA gorila identik dengan DNA manusia.

Ciri khas gorila adalah memiliki bentuk tubuh yang kekar dan padat dengan bentuk lubang hidung yang lebar, mata serta telinga berukuran kecil Sebagian besar gorila dapat ditemukan di hutan hujan tropis dan termasuk satwa teresterial.  Primata terbesar ini mengonsumsi sayur-sayuran, terkadang juga makan serangga kecil. Gorila dikelompokkan sebagai binatang omnivora atau pemakan segala. Gorila berasal dari hutan tropis di Afrika.

Ternyata jumlah populasi gorila, khususnya gorila gunung di Afrika Timur hanya 604 ekor pada Juni 2016. Jumlah ini naik dibanding tahun 2010 yang berjumlah 480 ekor. Populasi gorila bahkan mencapai titik terendah yakni 242 ekor pada tahun 1981.   Sementara itu, sensus yang dilakukan pada 2011 menemukan sekitar 400 gorila di Taman Nasional Bwindi, Uganda.

Ada Dua genus gorila yaitu gorila Barat dan gorila Timur punya ciri fisik yang sangat mirip. Umumnya gorila punya tinggi sekitar 1,8 m, dengan lengan yang lebih panjang daripada kakinya. Lengan gorila jantan bisa mencapai 2,6 meter panjangnya.

Gorila yang hidup di dataran rendah punya berat hingga 180 kg, sedangkan gorila pegunungan lebih berat hingga lebih dari 200 kg. Ukuran tubuhnya yang besar sepadan dengan kekuatan gorila yang sangat besar. Kekuatan gorila sekitar 4-10 kali lipat lebih kuat daripada manusia, selain itu kekuatan gigitannya bahkan dua kali lebih kuat dari gigitan singa si raja hutan. Gorila yang dibesarkan di penangkaran bisa tumbuh jadi hewan yang lebih cerdas dalam berkomunikasi dengan bahasa isyarat atau memahami komunikasi manusia.

Seperti yang banyak orang tahu, gorila punya kebiasaan memukul-mukul dada untuk menunjukkan dominasi dan kekuatan pada gorila lain. Dengan postur tubuh mereka yang sangat besar melebihi manusia gorila seringkali disebut sangat agresif kepada manusia. Hal itu salah, justru gorila sangat dekat dengan manusia mereka hanya agresif kepada sesama gorila terutama pejantan yang suka memasuki daerah kekuasaan suatu kelompok gorila tersebut.

Primata satu ini sangat gampang untuk diajak berteman/berkomunikasi dengan manusia. Tapi sayangnya gorila sudah terancam mengalami kepunahan dikarenakan banyaknya pembukaan lahan yang mengakibatkan habitat mereka terganggu. Ditambah reproduksi gorila hanya dapat melahirkan anak sekitar 3-4 saja dalam selama hidupnya. Jarak mereka melahirkan sekitar 4-6 tahun sekali.

Taman Nasional Virunga merupakan salah satu benteng terakhir habitat gorila. Namun saat ini, taman di Kongo ini akan segera musnah karena kementerian lingkungan Republik Demokratik Kongo diduga telah menyerahkan tiga konsesi penebangan di hutan hujan Lembah Kongo ke perusahaan penebangan milik Cina.

Peneliti Wildlife Conservation Society menemukan lebih dari 361 ribu ekor gorila di dataran rendah barat dan hampir 129 ribu ekor simpanse yang menghuni hutan di Afrika Tengah. Data yang dikumpulkan antara 2003 dan 2013 ini diambil di lima negara di Afrika Tengah bagian barat.  Jumlah gorila sekitar 30 persen lebih banyak dari yang diperkirakan sebelumnya, sementara jumlah simpanse lebih banyak sekitar 10 persen.

Perburuan binatang langka termasuk gorila terus meningkat. Di Afrika Tengah permintaan daging satwa liar berada pada tingkat mengkhawatirkan. Hal ini didukung adanya senjata modern, telepon seluler, transportasi yang murah, dan tentu saja permintaan masyarakat akan daging satwa liar yang tinggi.

Sampai sekarang diperkirakan hanya 15 gorila yang diyakini hidup di Taman Nasional Maiko Afrika. Namun para ahli biologi menduga sebaliknya. Hutan lindung yang hampir tak tertembus ini dipastikan mampu melindungi lebih banyak gorila yang terancam punah.