Mengenal Ciri-Ciri Psikopat

Psikopat merupakan istilah yang kerap muncul dalam pemberitaan media ketika terjadi pembunuhan yang sadis. Istilah psikopat merupakan kata serapan dari bahasa Inggris, psychopath. Kata psikopat itu sendiri berasal dari kata psyche yang berarti jiwa dan pathos artinya penyakit. Dalam ilmu psikologi, psikopat memiliki nama lain Gangguan Kepribadian Anti Sosial (ASP), serta berbeda dengan sakit gila.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring, psikopat adalah orang yang karena kelainan jiwa menunjukkan perilaku yang menyimpang sehingga mengalami kesulitan dalam pergaulan. Terdapat stereotip di masyarakat bahwa psikopat merupakan seorang pembunuh yang antisosial, senang menyendiri, dan tidak mampu menjalin hubungan sosial dengan orang lain.

Ciri-Ciri Psikopat

Padahal, beberapa psikopat ada yang dapat terlihat normal, bahkan memiliki kehidupan yang sukses. Namun, mereka cenderung akan memanipulasi atau melakukan berbagai perilaku yang tidak bertanggung jawab untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Ketika seseorang ditunjukkan gambar-gambar kekerasan fisik, maka biasanya aktivitas otak yang terlibat dalam empati untuk nyeri akan terlihat tinggi.

Namun, otak penderita psikopat adalah otak yang ketika mereka membayangkan orang lain di dalam situasi tersebut, tidak ada aktivitas otak yang terjadi pada daerah tersebut. Melainkan, aktivitas otak atas perasaan gembira justru tinggi.

Mendiagnosis seseorang psikopat juga bisa dilakukan dengan serangkaian tes. Satu di antaranya adalah The Hare Psychopathy Checklist yang pada mulanya digunakan untuk mengetahui kondisi mental seseorang yang melakukan kriminal atau kecenderungan psikopat.

Memiliki Motif dan Niat Sadis

Ciri-ciri psikopat yang paling umum bisa dilihat jika seseorang memiliki motif dan niat sadis. Seorang psikpat biasanya akan memotivasi orang lain melalui perasaan takut. Psikopat selalu memiliki niat untuk menghancurkan sesuatu hal yang sekiranya mengganggu dirinya dan kehidupannya. Pada anak-anak, orang tua harus berhati-hati jika seorang anak sering berperilaku kasar.

Sebab, perilaku kasar perlu diwaspadai sebagai ciri psikopat. Normalnya, anak-anak berada pada fase usia yang lebih banyak bermain dan bergembira. Jika anak menunjukkan perilaku kasar dan kejam pada temannya atau orang lain, orangtua patut curiga adanya gangguan emosional pada anak.

Suka Berbohong

Jika seorang psikopat mulai berbohong, mereka tidak bisa dan tidak mau berhenti. Tidak seperti orang normal, psikopat tidak peduli jika kebohongan mereka diketahui karena mereka bisa berbohong lagi untuk menutupinya. Seseorang yang memiliki gangguan kepribadian ini, cenderung menjadi seorang pembohong yang ulung. Mereka bahkan sangat lihai dalam memutar balikkan fakta.

Normalnya, seseorang yang ketahuan berbohong akan meminta maaf dengan tulus dan menyesali perbuatannya, orang dengan gangguan psikopat tidak demikian. Ia akan berbohong dan tidak akan menyesalinya. Para penderita gangguan ini akan selalu merasa dirinya benar walaupun telah berbohong, dan akan terus bersikap seperti itu. Hal tersebut juga berlaku pada anak-anak.

Licik dan Manipulatif

Seseorang dengan gangguan psikopat identik dengan 3 hal, yakni manipulasi, defleksi, da tipuan. Tiga hal itu membantu mereka untuk mempertahankan posisinya agar selalu menjadi nomor satu. Psikopat sangat bisa menerima pujian, tapi bila ada yang tidak beres, mereka tidak segan akan mencari kambing hitam untuk membelokkan dan menyalahkan orang lain.

Anak yang diduga psikopat juga memiliki sifat manipulatif. Mereka dapat melakukan berbagai upaya tipu daya untuk mendapatkan apa yang diinginkannya, termasuk ketika ingin menyakiti korbannya.

Merasa Selalu Benar

Seseorang yang memiliki kecenderungan gangguan kepribadian juga biasanya akan selalu merasa paling benar dalam setiap kesempatan. Ketika melakukan kesalahan, ia bisa saja tidak mengakuinya, atau mengakui tapi tidak menunjukkan rasa bersalah atau menyesal sedikitpun.

Ia juga cenderung menyalahkan orang lain dan menganggap bahwa kesalahan itu bukan disebabkan olehnya. Orang yang menderita gangguan ini juga suka mengintimidasi dan mempermalukan orang lain tanpa ada alasan atau motif khusus. Terkadang mereka menikmati hal tersebut sebagai kepuasan batin.

Bersikap Dingin dan Minim Emosi

Penderita psikopat, dapat secara efektif meniru respon emosional. Namun, mereka tidak bisa dengan tulus merasakannya. Kebanyakan psikopat ahli memanipulasi orang di sekitar mereka tidak menyadari sifat asli mereka sampai hal buruk telah terjadi.

Seorang psikopat juga identik memiliki sikap yang dingin. Mereka juga terkadang tidak bisa merasa peka terhadap perasaan emosi tertentu.

Suka Menyiksa Hewan

Pada anak-anak, hal yang paling umum bisa dilihat untuk mengetahui anak memiliki kecenderungan menjadi psikopat adalah dengan memperhatikan cara mereka memperlakukan hewan. Tak hanya pada teman atau orang lain di sekitarnya, anak dengan gangguan psikopat juga dapat berlaku kejam dan menyakiti hewan.

Pada anak dengan psikopat, membunuh atau menyakiti hewan biasanya dilakukan sebagai bentuk pelampiasan akan emosinya yang tidak terkendali.

Memiliki Masa Kecil yang Suram

Seperti yang disebutkan di atas, jika gangguan kepribadian psikopat ini tidak disebabkan secara tiba-tiba, melainkan melalui proses yang panjang.

Meski belum diketahui secara pasti, tentu ada alasan dibalik seseorang yang mengidap gangguan ini. Mungkin saja, sewaktu kecil ia merasakan atau menjadi korban bully yang melukai emosi dan mentalnya.

Jika Anda sebagai orang tua menemukan ciri-ciri di atas pada anak Anda, segeralah untuk lakukan konsultasi ke psikolog atau psikiater. Tetaplah beri perhatian dan tunjukkan kasih sayang yang lebih.